Rabu, 21 September 2011

Keracunan makanan dan penanganan...

Ketika mempelajari tentang pangan, yang ku tau tentang pangan adalah jenis - jenis makanan dan minuman yang di tujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia. senin kemarin kami sempat mempelajari tentang bahan pangan dan kerusakan pada bahan makanan. salah satu bagian yang menarik perhatian ku adalah tentang kerusakan pangan oleh bakteri. sebenarnya kami tidak ada membahas tentang akibat dari kerusakan makanan , tapi ini membuatku penasaran bagaimana jadinya bila manusia mengkonsumsi makanan dan minuman  yang telah rusak. hal utama yang pasti bakal terjadi adalah keracunan.

Keracunan makanan pada umum nya diakibatkan karena mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh jenis - jenis mikroba seperti bakteri, parasit, atau virus. kerusakan makanan karena proses yang lain nya seperti perubahan zat kimia juga biasanya sering mengakibatkan keracunan makanan. gejalanya dapat berupa flu perut / flu usus (gastroenteritis). flu perut adalah peradangan pada lambung dan usus. flu perut yang di akibatkan karena infeksi virus di sebut viral gastroenteris. gejala nya seperti muntah dan diare atau bahkan keduanya.

Gejala dari keracuanan makanan :
  • kram perut
  • mual
  • muntah
  • diare, kadang - kadang bercampur dengan darah
  • demam
  • dehidrasi
Biasanya kasus keracunan makanan tidak terlalu berat dan dapat sembuh dalam waktu 1 - 2 hari. namun ada juga kasus keracunan makanan yang mengakibatkan kematian.


Penyebab Keracunan Makanan.
Keracunan makanan pada dasar nya diakibatkan karena mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah rusak, baik karena mikroba, maupun kimia. penyebab kerusakan pada makanan biasanya karena proses pemasakan, pemilihan bahan makanan, ataupun proses pengemasan yang salah. juga dapat karena adanya gangguan dari luar seperti terinfeksi makanan yang telah rusak oleh bakteri saprofit atau pun termakan oleh hewan. kejadian ini dapat saja terjadi dikarenakan kurangnya kebersihan tempat makanan itu berasal atau bisa saja dimulai karena makan dengan tangan yang tidak higienis.

Berikut beberapa "pelaku" keracunan makanan :

Virus
  • Norovirus, adalah kelompok virus yang mengakibatkan penyakit yang tidak terlalu berat, sering disebut dengan flu perut. biasanya gejala akan hilang selama 2 - 3 hari. virus ini merupakan jenis virus yang paling umum penyebab keracunan makanan. biasanya terjadi pada orang dewasa. virus ini menular melewati air, sayuran dan kerang yang terkontaminasi oleh feses, dan juga dapat ditularkan dari orang ke orang.
  • Rotavirus, adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan keracunan makanan yang sedang hingga berat. biasanya ditandai dengan diare cair dan demam. jenis virus ini merupakan jenis yang paling umum menyerang bayi dan anak - anak.. biasanya menyebar dari feses yang mengkontaminasi makanan.
  • virus hepatitis A, adalah virus yang gejalanya ditandai dengan demam, hilang nya nafsu makan, nyeri perut dan rasa lelah, dan kemudian diikuti dengan perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning (jaundice). gejala tersebut biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan, tapi dapat muncul kembali dalam waktu 6 bulan. virus ini menyebar melewati makanan yang terkontaminasi oleh feces.
Bakteri
Bakteri dapat mengakibatkan keracunan makanan melewati 2 cara, beberapa bakteri dapat menginfeksi usus yang menyebabkan infeksi sehingga usus kesulitan untuk melakukan reabsorbsi zat gizi dan air yang akhirnya mengakibatkan diare. bakteri jenis lain dapat menghasilkan senyawa kimia dalam makanan (toksin) yang bila dimakan dapat membahayakan kesehatan manusia yang memakan nya. gejala yang dihasilkan bakteri jenis ini adalah mual, muntah, gagal ginjal, bahkan kematian.
  • Salmonella, merupakan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan dengan gejala mual, muntah, diare berat, dan sakit kepala serta nyeri persendian. pada orang yang memiliki masalah kekebalan tubuh ( seperti penderita gagal ginjal, penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani kemoterapi), salmonella dapat menyebabkan penyakit yang membahayakan jiwa. bakteri ini biasanya menyebar melewati makanan yang tidak dimasak dengan matang (seperti telur, unggas, produk makanan laut atau pun susu).
  • Campylobacter, merupakan bakteri yang menunjukan gejala demam, diare cair, sakit kepala dan sakit pda otot. bakteri ini merupakan bakteri penyebab keracunan makanan yang paling sering di temui di dunia. biasanya masuk kedalam tubuh melewati makanan berupa unggas mentah, susu mentah, ataupun air yang terkontaminasi oleh kotoran hewan.
  • Escherichia coli, merupakan bakteri yang mengakibatkan gejala diare cair dalam jumlah banyak dan dapat menjadi diare yang bercampur dengan darah. yang terberat dari jenis bakteri ini dapat mengakibatkan gagal ginjal dan juga kematian. bakteri ini masuk kedalam tubuh melewati produk daging yang dimasak kurang matang, susu yang tidak di pasteurisasi atau air minum yang telah terkontaminasi bakteri ini.
  • Vibrio cholerae, dapat menyebabkan yang ditandai dengan kram perut, mual, muntah, dan demam menggigil. biasanya masuk kedalam tubuh melalui daging atau makanan laut yang di masak tidak sempurna (mentah).
Bahan Lain
Biasanya bahan diluar dari infeksi bakteria jarang menyebabkan keracunan makanan. gangguan kesehatan yang dialami terjadi akibat penyiapan dan pengemasan makanan yang kurang baik ataupun pemilihan makanan yang tidak tepat (misalnya mengkonsumsi jamur beracun).

Jamur Beracun
Gejala yang diakibatkan bahan ini dapat beragam, mulai dari gejala ringan hingga gejala yang dapat membahayakan jiwa, tergantung dari jenis jamur yang di konsumsi. gejala yang di timbulkan adalah mual, muntah, dan diare.

Keracunan ciguatera
Disebabkan karena mengkonsumsi ikan yang mengandung toksin yang berasal dari ganggang dari laut dalam. dapat menyebabkan mati rasa di daerah sekitar mulut, yang menyebar ke tangan hingga kaki.lalu gejala berikutnya berupa mual, muntah, sakit pada otot dan kelemahan, sakit kepala, dan denyut jantung yang tidak beraturan. biasanya ikan yang menyebabkan gejala tersebut berasal dari ikan yang hidup pada perairan tropis.

Pestisida
dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang di tandai dengan penlihatan kabur, lemah, kram, sakit kepala, diare, peningkatan produksi lendir, gemetar pada tangan dan kaki. pestisida yang masuk kedalam tubuh biasanya berasal dari sayur dan buah yang tidak di cuci terlebih dahulu.


Penanganan Keracunan Makanan
Penanganan pada penderita keracunan makanan adalah dengan mengganti cairan tubuh yang keluar (baik karena muntah maupun diare). seperti berupa minuman ataupun cairan infus. bila perlu, penderita dapat dibawa ke rumah sakit. hal ini tergantung dari berat nya gejala yang di derita, seperti terus muntah ketika di beri cairan pengganti.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani keracunan makanan :
  • pemberian obat anti muntah dan diare
  • pemberian obat penurun panas bila terjadi demam
  • bila keracunan karena jamur, sebaiknya segera hubungi ambulan.


Pencegahan
langkah - langkah berikut dapat mencegah terjadinya keracunan makanan.
  1. bersihkan makanan sebelum di makan
  2. pisahkan makanan yang sudah matang dengan makanan yang masih mentah
  3. pastikan lingkungan anda dan yang pasti dapur anda dalam keadaan higienis.
  4. simpan makanan pada tempat yang bersih dan jauh dari binatang (kecoa, lalat, tikus)
  5. jangan dekatkan makanan dengan makanan yang terlah basi (rusak). bila menemukan makanan yang telah basi, segera di buang
  6. pastikan makanan benar - benar dalam keadaan matang.
 ***
 
Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar